Posts

New Update versi 3.14.5 Build 3839

New Update versi 3.14.5 Build 3839

Easy Accounting System 3 Versi 3.14.5 Build 3839 Release

 

update-post
 What’s New —
1. Pembaruan pada Fitur Pengingat/Reminder
2. Pembaruan Filter pada Daftar di Modul Buku Besar
3. Pembaruan Filter pada Daftar di Modul Persediaan
4. Penambahan histori transaksi pada data transaksi di Modul Penjualan
5. Penambahan histori transaksi pada data transaksi di Modul Pembelian
6. Alat Bantu Hitung Ulang Saldo
7. Aktiva Tetap metode Double Declining
8. Suspended pada Salesman di Modul Penjualan
9. Fitur Transaksi Berulang pada versi Enterprise.

 

— Bug’s Fixed —
1. Perbaikan pada formulir transaksi Pembayaran Lainnya
2. Perbaikan pada Daftar di Modul Penjualan
3. Perbaikan pada Daftar di Modul Pembelian
4. Perbaikan pada tombol “Ekspor” di tampilan pratinjau yang tidak berfungsi
5. Perbaikan pada rancangan formulir Pembiayaan Pesanan/Job Costing
6. Perbaikan pada akun Laba Ditahan untuk Penyusutan Aktiva Tetap dibawah tanggal mulai pembukuan
7. Perbaikan pada transaksi Faktur Pembelian dimana persediaan tidak masuk valuasi dengan alokasi   biaya yang dibebankan minus
8. Perbaikan pada Impor Jurnal Umum, Subsidiary Ledger Hutang tidak masuk, jadi harus edit panggil Akun Hutang ulang
9. Perbaikan pada Impor Master Barang saat di Persiapan Awal secara berulang kali (lebih dari 1 excel) menghasilkan Penyesuaian Persediaan yang tidak ada jurnal-nya atau ID-nya tidak sesuai
10. Perbaikan pada Riwayat Harga Pembelian muncul di Penerimaan Barang, seharusnya tidak dimunculkan
11. Perbaikan pada nomor Jurnal Umum dengan nomor yang sama bisa tersimpan
12. Perbaikan pada SPK yg belum selesai, tidak bisa ditutup/close
13. Perbaikan pada fitur EABT
14. Perbaikan pada Retur Pembelian dan Retur Penjualan pada saat melakukan editing, lalu ingin mengganti sumber Faktur/Pengiriman-nya menyebabkan nilai terutang-nya menjadi gantung di faktur.
15. Perbaikan pada kolom “Saldo” formulir Pembayaran Pemasok tidak sesuai, biasanya setelah ada beberapa kali edit atau hapus transaksi yang sudah ada lalu dibuat kembali di Modul Pembelian
16. Perbaikan pada Hak Akses Recurring
17. Validasi notifikasi error pada transaksi keluar barang “Persediaan barang tidak cukup.” dengan barang jumlah banyak sekali (dibuat maksimal 40 barang pada pesannya)
18. Perbaikan pada tombol tutup fOrm PO dan tutup per barang.
19. Perbaikan tombol export disemua form pada saat preview template.
20. Perbaikan pada faktur pembelian yang menimbulkan selisih “0.0001” di 64-bit

 

— Laporan —
1. Penambahan kolom-kolom “Item Reserved” baik dari transaksi ataupun barang disetiap laporan yang bersangkutan
2. Penambahan kolom-kolom “Uang Muka/Down Payment” disetiap laporan yang bersangkutan
3. Perbaikan pada kategori Laporan Audit dan Laporan Pajak yang tidak bisa di akses dengan Pengguna level Administrator
4. Perbaikan tombol Refresh pada Laporan Multi Proyek dan Multi Departemen.

 

Membuat Laporan Penjualan per Penjual / Salesman

Membuat Laporan Penjualan per Penjual / Salesman

 

Berikut cara memodifikasi laporan penjualan per Penjual / Salesman;

 

LaporanPenjualanperSales-1

 
Laporan > Semua Laporan > Laporan Penjualan > Penjualan per Pelanggan Rincian lalu klik modifikasi ke tab Columns double klik folder penjual lalu ambil variable Nama Depan setelah itu kembali ke bagian Filters & Parameters > Selected Columns lalu ceklist informasi apa saja yang ingin ditampilkan.

Klik modifikasi kembali > ke tab Group > add Group Nama Depan Penjual posisi kolom Nama Depan Penjual dipindah ke paling atas menggunakan tanda panah hijau yang ada di samping kanan, kolom lain yg kolom show header dan footer masih tercentang unceklist. Lalu sorot kolom Nama Depan Penjual, dibagian Show header Nama Penjual diceklist dan untuk Show Footer di bagian kolom Jumlah, Nilai HPP dan Laba Kotor diceklist jika dibutuhkan. setelah itu ok-kan, maka tampilannya akan seperti ini.

Laporan-Penjualan-per-Pelanggan

Mengedit Transaksi Recurring Yang Sudah Dibuat


Mengedit Transaksi Recurring Yang Sudah Dibuat

 

Untuk mengedit transaksi recurring yang sudah dibuat, hapus terlebih dahulu reccuring yang sudah dibuat. Dari menu Daftar > Transaksi Berulang , cari no. transaksi berulangnya lalu klik kanan hapus. Kemudian buat kembali recurring yang baru.
Note : – Jika hanya ingin mengubah salah satu nilai transaksi berulangnya klik menu Daftar > Transaksi Berulang , cari no. transaksi berulangnya lalu klik tombol Ubah . Akan memunculkan tampilan formulir recurring yang telah dibuat.

Kemudian double klik kolom transaksi yang akan diubah, akan membuka form transaksi recurring yang sudah dieksekusi. Setelah itu ubah nilainya sesuai keinginan, klik tombol simpan dan keluar.
Jika ingin mengubah semua nilai transaksi berulang yang belum dieksekusi, recurring yang lama hentikan terlebih dahulu lalu buat recurring baru. Ke menu Daftar > Transaksi Berulang , cari no. transaksi berulangnya lalu klik tombol Ubah. Ceklist kolom Diihentikan lalu klik tombol Simpan dan Keluar.

 

Untuk kebutuhan software akuntansi, silakan hubungi

Saifullah

Easy Accounting Store

Mall Ambassador Lt.1 No.40

Jl. Prof Dr Satrio Kav 8, Kuningan, Jakarta Selatan

Telp. 021-57939608/09

Hp. 083897363040/083877673377

Email : marketing@easyambassador.com

Tipe Barang : Persediaan, Non Persediaan dan Service

Tipe Barang : Persediaan, Non Persediaan dan Service

 

Easy Accounting System menyediakan Daftar Barang/Items yang dapat digunakan untuk mencatat data persediaan berupa barang dagang dan jasa yang Anda miliki dan juga sebagai master data untuk transaksi.

Tabel Daftar Barang/Items menampilkan informasi nomor barang, nama barang, jumlah kuantitas barang, harga jual dan tipe barang.

Jenis barang yang dapat dicatat Daftar pada tabel Barang/Items dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tipe, yaitu sebagai berikut :
1. Inventory Part /Persediaan
Anda dapat mencatat barang yang anda miliki dengan tipe Inventory Part /Persediaan jika barang yang digunakan merupakan barang dagang yang ditujukan untuk dijual kembali. Barang yang dapat dikategorikan ke dalam tipe Inventory Part, adalah barang yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  • Mempunyai informasi persediaan, yaitu kuantitas, biaya per satuan dan tempat barang disimpan/gudang dan riwayat barang tersebut dapat ditelusuri.
  • Barang tersebut dibeli/diproduksi untuk disimpan (sebagai stok) dengan tujuan untuk dijual kembali kepada pelanggan.
  • Pencatatan barang tersebut mempengaruhi akun persediaan barang tersebut dengan tipe barang persediaan.
  • Jika barang tersebut dijual, maka Harga Pokok Penjualan dari barang tersebut dapat secara otomatis dihitung dengan metode perhitungan harga pokok yang digunakan apakah metode FIFO (First In First Out) atau Rata-rata (Average).
  1. Non Inventory Part/Non Persediaan
    Anda dapat mencatat barang yang anda miliki dengan tipe BarangNon Inventory Part/Non Persediaan jika barang yang digunakan merupakan barang yang ditujukan untuk dikonsumsi/dipakai sendiri. Barang yang dapat dikategorikan ke dalam tipe Non Inventory Part, adalah barang yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
  • Tidak mempunyai informasi persediaan karena kuantitas, biaya per satuan dan tempat barang disimpan/gudang dan riwayat barang tersebut tidak ada.
  • Barang tersebut dibeli ditujukan untuk dikonsumsi/dipakai sendiri dan bukan untuk disimpan (sebagai stok).
  • Pencatatan barang tersebut mempengaruhi akun persediaan barang tersebut dengan tipe akun beban/expense.
  • Jika barang tersebut dijual, maka Harga Pokok Penjualan dari barang tersebut tidak dapat dihitung secara otomatis.
  1. Service
    TipeService khusus digunakan untuk mencatat jenis Jasa yang dijual kepada pelanggan. Pencatatan barang tipe Service akan mempengaruhi akun penjualan barang tersebut dengan tipe akun pendapatan/revenue.

 

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi :

Saifullah

Easy Accounting Store Ambassador

Mall Ambassador lt.1 No 40.

Jln Prof Dr. Satrio KAv 8, Kuningan Jakarta Selatan.

Hunting : 021-57939608-09

Wa : 0838-9736-3040

Marketing@easyambassador.com

 

Membuat Penyesuaian Barang saat Stock Opname Gudang

Membuat Penyesuaian Barang saat Stock Opname Gudang

Biasanya setiap akhir bulan perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli barang melakukan stock opname barang, berikut cara membuat penyesuaian barang antara stock yang di program ingin disamakan dengan stock fisiknya;

Mengurangi Stock yaitu stock di program lebih besar daripada stock fisik manualnya;

  • Buka menu Jalan Pintas > Persediaan > Penyesuaian Barang atau ke Menu Persediaan > Penyesuaian Barang > Klik Baru.
  • Isi No. Penyesuaian sesuai penomoran dari Perusahaan dan tanggal penyesuaian isi dengan pertanggal penyesuaian yang diinginkan.
  • Akun Penyesuaian isi dengan akun lawan dari akun Persediaan atas barang yang akan disesuaikan, misalkan ke akun Biaya atau HPP.
  • Lalu pilih barang yang ingin disesuaikan, maka kolom Qty Saat Ini otomatis akan muncul qty per tanggal penyesuaian yang dipilih, lalu isikan Qty Baru dengan jumlah stock yang sebenarnya. Setelah itu klik tombol simpan dan keluar.

Note : Untuk yang Multi Gudang, jika yang ingin dikurangi adalah salah satu Gudang tertentu, maka semua Qty di gudang jadikan satu terlebih dahulu dengan modul pindah barang. Jika semua qty sudah menjadi satu gudang baru buat penyesuaian barang/inventory adjustmentnya sesuai petunjuk di atas. Selesai disesuaikan, buat pindah barang kembali untuk mengembalikan qty per masing2 gudang.

Menambah stock yaitu stock di program lebih kecil daripada stock fisik manualnya;

  • Buka menu Jalan Pintas > Persediaan > Penyesuaian Barang atau ke Menu Persediaan > Penyesuaian Barang > Klik Baru.
  • Isi No. Penyesuaian sesuai penomoran dari Perusahaan dan tanggal penyesuaian isi dengan pertanggal penyesuaian yang diinginkan.
  • Akun Penyesuaian isi dengan akun lawan dari akun Persediaan atas barang yang akan disesuaikan, misalkan ke akun Biaya atau HPP.
  • Centang nilai penyesuaiannya
  • Lalu pilih barang yang ingin disesuaikan, maka kolom Qty Saat Ini dan Nilai Saat Ini otomatis akan muncul qty dan nilai barang per tanggal penyesuaian yang dipilih, lalu isikan Qty Baru dengan jumlah stock yang sebenarnya. Untuk kolom Nilai Baru, isikan nilai biaya barang (HPP) dari Qty baru dikalikan biaya per barangnya. Setelah itu klik tombol simpan dan keluar.

Note : Untuk yang Multi Gudang, jika yang ingin ditambah adalah salah satu Gudang tertentu, maka semua Qty di gudang jadikan satu terlebih dahulu dengan modul pindah barang. Jika semua qty sudah menjadi satu gudang baru buat penyesuaian barang/inventory adjustmentnya sesuai petunjuk di atas. Selesai disesuaikan, buat pindah barang kembali untuk mengembalikan qty per masing2 gudang

 

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi :

Saifullah

Easy Accounting Store Ambassador

Mall Ambassador lt.1 No 40.

Jln Prof Dr. Satrio

Hunting : 021-57939608-09

Wa : 0838-9736-3040

Marketing@easyambassador.com

 

Sambungan ke server database terputus

Sambungan ke server database terputus

Bagaimana jika saat membuka database easy muncul notifikasi “Sambungan ke server database terputus. Silahkan periksa server database” . Hal tersebut bisa disebabkan oleh;

– Firebird tidak running
– Jaringan client ke server terputus

Jika notifikasi tersebut hanya muncul di salah satu komputer, tes terlebih dahulu di komputer tersebut dengan cara membuka database contoh. Jika berhasil masuk ke dalam database contoh, cek koneksi jaringan dari komputer client ke server. Cara mengeceknya dengan kita ping ke komputer Server dari komputer Client tersebut ke Start Windows > Run, ketikkan cmd lalu enter, ditampilan cPrompt ketikan ping ipaddress server -t, contohnya ping 192.168.101.11 -t lalu enter, pastikan konfirmasinya adalah Reply. Jika konfirmasi yang keluar Request Time Out silahkan cek kembali koneksi jaringan komputer client tersebut, misal mengencangkan kembali kabel LAN yang terhubung ke PC atau ke HUB ada yang longgar, bisa dicabut lalu colok kembali. Jika ping sudah Reply namun masih tidak bisa membuka database dari client, cek apakah windows firewallnya sudah off. Klik Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan di pilihan Home or work (private) network location settings dipilih yg turn off.

Jika jaringan tidak ada masalah dan windows firewall jg sudah off namun masih belum bisa membuka database, restart firebird easy di komputer server. Cek ke computer server (tempat penyimpanan database) klik Start Windows > Control Panel > Administrative Tools > Services, cari Firebird Easy lalu klik kanan pilih restart. Setelah itu buka kembali database.

Jaringan (Network Client ke Server)
Setelah memastikan Firebird Easy Running di komputer Server tapi saat membuka data masih muncul pesan “Sambungan ke server database terputus”, hal yang perlu diketahui adalah notifikasi tersebut Muncul di komputer mana? Berikutbeberapa kemungkinan dan cara pengecekannya:

  • Server bisa membuka data, namun semua Client yang akan mengakses data ke komputer Server dengan cara Remote tidak bisa.

Pastikan saat buka database secara Remote dari komputer Client untuk Nama Server atau Alamat IP sudah kita isi dengan IPAddress komputer Server yang benar, dan Auto Refresh dipilih Off. Cara memastikan IPAdress komputer server sudah benar, cek ke komputer tempat penyimpanan data (server) lakukan IPConfig dari menu Start Wndows > Run, lalu ketikkan cmd kemudian enter, ditampilan CPrompt ketikkan ipconfig lalu enter, akan diinformasikan berapa nomor IPAddress komputer server, jika Ipnya berbeda dengan yang tadi dipakai silahkan dicoba lagi buka database dengan IPAddress server yang benar. Jika IP server sering berubah kolom Remote bisa isi dengan Nama Server, cara mengetahui namanya klik kanan My Computer di komputer server lalu properties nanti akan diinfokan Computer Name. Computer Name ini yang dipakai sebagai pengganti IP Server.

Jika sudah mengettikan IPAddress dan letak database yang benar namun masih muncul notifikasi yang sama, di komputer Server kita ke Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan disana kita pilih OFF, lalu coba buka data kembali.

  • Server dan beberapa Client bisa buka, tapi hanya Client tertentu saja tidak bisa buka.

Jika hanya client tertentu saja yang tidak bisa akses database ke server dengan notifikasi “Sambungan ke server database terputus”, pastikan saat akses database untuk pengetikkan IPAddress Server dan direktori database sudah sama seperti komputer client yang lainnya. Untuk mengetahui IPAddress server dan direktori yang sudah dibuka komputer Client yang lainnya, kita bisa melihat tampilan komputer Client yang lain yang bisa akses data, dibagian paling bawah sejajar dengan user terdapat informasi IP berapa berikut direktori letak database di server.

Selain itu pastikan koneksi jaringan ke server untuk client yang tidak bisa akses, tak bermasalah, cara ceknya yaitu dengan kita ping ke komputer Server dari komputer Client tersebut ke Start Windows > Run, ketikkan cmd lalu enter, ditampilan cPrompt ketikan ping ipaddress server -t, contohnya ping 192.168.101.11 -t lalu enter, pastikan konfirmasinya adalah Reply. Jika konfirmasi yang keluar Request Time Out silahkan cek kembali koneksi jaringan komputer client tersebut , misal mengencangkan kabel LAN yang terhubung ke PC atau ke HUB ada yang longgar, bisa dicabut lalu colok kembali. Jika ping sudah Reply namun masih tidak bisa membuka database dari client, cek apakah windows firewallnya sudah off. Klik Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan di pilihan Home or work (private) network location settings dipilih yg turn off.

Jika ping sudah Reply seharusnya waktu buka data dengan IP dan alamat data di server yang benar sudah bisa buka data.

  • Server (tempat penyimpanan database) sendiri tidak bisa akses database dan semua komputer Client juga jadi tidak bisa akses.

Restart Firebird Easy, klik Start Windows > Control Panel > Administrative Tools > Services, cari Firebird Easy lalu klik kanan pilih restart. Jika masih muncul notifikasi sambungan ke server terputus. Pastikan windows firewallnya sudah off. Klik Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan di pilihan Home or work (private) network location settings dipilih yg turn off.

 

Mall Ambassador Lt. 1 No. 40
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 8 Kuningan, Jakarta Selatan
Telp : 021-57939608/09
Hp : 0838 97363040

Email :
Marketing@easyambassador.com

 

Pelajari Tentang Tujuan Manajemen

Tujuan Manajemen – Management adalah sebuah ilmu didalam melaksanakan kegiatan organisasi atau perusahaan. Kegiatan-kegiatan perusahaan bisa berupa pengorganisasian yang didalamnya mencakup tindakan perencanaan, menyusun, mengusahakan dan pengawasan yang meliputi seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. Semisal jika organisasi berupa perusahaan, maka tujuannya sudah jelas, yaitu mencari laba sebanyak mungkin untuk kemakmuran pemilik

Tujuan Manajementujuan manajemen

Tujuan ini sebaiknya ditetapkan secara realistis, rasional, logis serta ideal yang berdasarkan kepada fakta data, potensi serta kemampuan yang dimiliki dan juga tidak saling bertentangan dengan nilai sosial, moral, agama maupun peraturan pemerintah yang ada supaya tujuan perusahaan yang ditetapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan cukup visible untuk bisa dicapai yang menguntungkan semua pihak yang ada.

Menurut GR Terry tujuan yang diinginkan oleh pihak yang berkepentingan yang melukiskan ruang atau skope yang jelas dan memberi arah kepada seorang manajer. Definisi tersebut meliputi 4 hal pokok yaitu :

  1. Tujuan
  2. Skope
  3. Kepastian
  4. Arah

Tujuan ini haruslah mencakup ke 4 hal tersebut berikut dengan perencancanaan tentang  kebijakan, strategi, prosedur, metode, sistem, aturan, intruksi dan yang lainya yang bisa dijalankan dalam mencapai tujuan tersebut.

Pada dasarnya, yang perlu diketahui adalah bahwa setiap tujuan adalah merupakan rencana. Tujuan tujuan organisasi atau perusahaan bisa terlihat dari Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (ADART) tiap tiap organisasi. Tujua manajemen bisa ditinjau dari berbagai sudut, semisal berdasarkan tipe, prioritas, jangka waktu, sifat, hierarki, bidan ataupun menurut jiwanya.

Tujuan Manajemen berdasarkan tipe tujuan bisa terdiri atas :

  1. Profit objectives, tujuan manajemen untuk memperoleh laba untuk pemiliknya
  2. Service objective, tujuan manajemen memberi pelayanan yang bagus untuk konsumen, maksudnya bisa meninggikan nilai barang atau jasa yang ditawarkan atau dijual kepada konsumen
  3. Social objectives, tujuan manajemen untuk lebih mementingkan nilai yang bisa diciptakan oleh organisasi untuk kesejahteraan masyarakat
  4. Personal objectives, tujuan manajemen lebih menghendaki karyawan atau pekerja secara individual memperoleh kepuasan dalam hal pekerjaan didalam organisasi atau perusahaan.

Tujuan Manajemen berdasarkan prioritas bisa dibagi atas :

  1. Primer
  2. Sekunder
  3. Individual
  4. Sosial

Tujuan manajemen berdasarkan jangka waktu dapat dibagi atas :

  1. Tujuan jangka panjang
  2. Jangka menengah
  3. dan, tujuan jangka pendek

Tujuan manajemen menurut bidangnya bisa kita lihat sebagai berikut :

  1. Top level objective, tujuan secara umum, menyeluruh yang berkaitan dengan berbagai bidang sekaligus
  2. Finance objective, tujuan manajemen yang berkaitan dengan modal
  3. Production objective, tujuan manajemen yang berkaitan dengan produksi
  4. Marketing objective, tujuan yang berkaitan dengan bidang pemasaran
  5. Office objective, tujuan yang berkaitan dengan bidang ketatausahaan

Tujuan manajemen dilihat dari motifnya, terbagi atas :

  1. Public objective, tujuan manaujemen yang wajib diraih karena ada peraturan perudang-undangan yang berlaku
  2. Organizational objectives, tujuan yang yang harus direalisasikan dikarenakan ada ketentuan organisasi yang telah tercantim pada statuta, ADART yang bersifat zakelijk dan impersonal yang artinya tidak boleh berdasarkan pada pertimbangan selera pribadi didalam upaya cara pencapaiannya
  3. Personal objective, tujuan individu atau tujuan pribadi yang walaupun mungkin masih berkaitan dengan organisasi yang didalam upaya pencapaiannya sangat terpengaruh oleh pandangan atau selera pribadi

 

demikian penjelasan tentang tujuan manajement semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Tags:  , ,

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Halimahtun Sa’diyah

No. Telp           : 021-58908469

SMS/WA         :083877673377

Pin                   :D25BA557

Email              : marketing@easyaccountingsystem.co.id

Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasional

Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.

akuntansi internasional

Didalam Akuntansi Internasional terdapat beberapa karakteristik era ekonomi global, antara lain:

1. Bisnis internasional

2. Hilangnya batasan-batasan antar negara era ekonomi global sering sulit untuk mengindentifikasi Negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional

3. Ketergantungan pada perdagangan internasional

4. Theory of comparative advantage

5. Imperfect market theory

6. Product cycle theory

7. Transfer technology and Strategic Alliance

8. Tantangan bagi profesi akuntan dalam pengembangan akuntansi :

  • Skill dan kompetensi yang dimiliki
  • Memahami Cross Functional Linkages, akuntan tidak hanya cukup mahir dalam teknik, prosedur dan standar akuntansi tetapi juga harus biasa memandang bisnis sebagai suatu bentuk terintegrasi. Seperti : kualitas produk, fleksibilitas produksi dan kemampuan untuk memproduksi dan mengekspor dengan cepat agar bisa memenangkan persaingan global
  • Analisis keuangan dan perbandingannya

Perkembangan Akuntansi Internasional sudah seyogyanya diiringi oleh kemampuan individu yang bergerak dalam bidang akuntansi untuk ikut andil memajukan akuntansi. Akuntansi Internasional merupakan penghubung antarnegara. Delapan faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional harus dipahami dengan baik agar tercipta harmonisasi antarnegara yang bertransaksi.

 

 

Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Akuntansi Internasional

Selain itu ada 8 (delapan) faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, yaitu :

1. Sumber pendanaan

Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki focus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sebaliknya, dalam system berbasis kredit di mana bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki focus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.

2. Sistem Hukum

Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap. Sebaliknya, hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap.

3. Perpajakan

Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketka akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu.

4. Ikatan Politik dan Ekonomi

5. Inflasi

Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.

6. Tingkat Perkembangan Ekonomi

Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama

7. Tingkat Pendidikan

Standard praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivatif tidak akan informatif kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.

8. Budaya

Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas.

 

Porsi Pengembangan Akuntansi  Internasional

Selanjutnya Choi et.al (1998 ; 38)  mengungkapkan bahwa secara struktural pengembangan  akuntansi internasional yang terjadi sekarang meliputi porsi sebagai berikut :

1. Pola Pengembangan Komparatif

Pendekatan yang dikembangkan oleh  Mueller yang berbeda terhadap pengembangan akuntansi dapat diamati di negara-negara barat yang memiliki sistem ekonomi yang berorientasi pasar, meliputi; Pola makorekonomis, pola mikroekonomis, pendekatan disiplin independen, dan pendekatan akuntansi seragam.

2. Pola Makroekonomis

Tujuan perusahaan bisnis tentu saja lebih sempit daripada kebijakan ekonomi nasional. Perusahaan mempunyai tujuan tertentu yang harus dicapai, seringkali beroperasi dalam dimensi dan ruang  waktu yang terbatas, dan bertanggunggugat kepada kelompok-kelompok kepemilikan  yang jelas. Konsekuensinya, tujuan perusahaan  secara normal mengikuti kebijakan nasional. Hal ini bukan kondisi absolut, karena perusahaan bisnis merupakan bagian dari kepntingan publik yang mempengaruhi dan mengarahkan kebijakan-kebijakan nasional; jadi ada hubungan sebab-akibat timbal balik. Ada tiga pernyataan yang berkaitan dengan pola ini yaitu :

  • Perusahaan bisnis merupakan unit essential dalam struktur ekonomi suatunegara.
  • Perusahaan bisnis mencapai tujuannya dengan cara yang terbaik melalui koordinasi erat aktivitas-aktivitasnya dengan kebijakkan-kebijakkan ekonominasional dalam lingkungannya.
  • Kepentingan publik dilayani dengan baik jika akuntansi perusahaan bisnissaling berhubungan erat dengan kebijakan nasional.

Akuntansi internasional meliputi dua aspek bahasan utama yaitu deskripsi dan pembandingan akuntansi dan dimensi akuntansi atas transaksi internasional. Pada aspek yang pertama, akuntansi internasional membahas gambaran standar akuntansi dan parktek akuntansi pada berbagai negara serta membandingkan standar dan praktek tersebut pada masing-masing negara yang dibahas. Selain itu, aspek akuntansi internasional juga membahas mengenai pelaporan keuangan, valuta asing, perpajakan, audit internasional.

 

KESERAGAMAN AKUNTANSI

Ada tiga pendekatan praktis atas pola pengembangan keseragaman akuntansi :

1. Pendekatan bisnis

Keseragaman akuntansi ditunjukkan secara khusus kepada pemakai-pemakai tertentu data akuntansi. Pendekatan ini mempertimbangkan secara penuh karakteristik-karakteristik bisnis dan lingkungan bisnis tempat dimana data dikumpulkan, diproses dan dikomunikasikan. Pendekatan ini merupakan suatu pendekatan pragmatis yang sangat bergantung pada konveksi dan paling sering dalam perancangan bagan-bagan akun terpisah yang seragam, yaitu bagi suatu cabang industry atau perdagangan.

2. Pendekatan ekonomi

Pendekatan ekonomi bagi keseragaman akuntansi pada dasarnya adalah pendekatan makro. Ini mengkaitkan akuntansi untuk menjalankan system yang telah terbentuk dalam pola pengembangan seperti itu. Pertimbangan-pertimbangan kebijakan nasional berada pada tingkatan paling atas

3. Pendekatan teknis

Pendekatan akuntansi teknis atas pengembangan keseragaman merupakan pekerjaan para akademis. Pendekataan ini bersifat analitis, dimana pendekatan ini berusaha memperoleh keseragaman dari prinsip-prinsip dasar pembukuan double entry.

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Halimahtun Sa’diyah

Telepon : 021 58908469
SMS / WA : 0838-7767-3377
Email : marketing@easyaccountingsystem.co.id

The Importance Accounting Software

The Importance Accounting Software

The Importance Accounting Software

The Importance Accounting Software

Accounting software is a class of computer programs that enable you to manage your business’s financial transactions. Such programs can vary widely in scope, with some programs designed for little more than simple bookkeeping and some designed to manage the entire financial comings and goings of large businesses. Using accounting software helps companies to use the resources in their accounting departments efficiently, and can reduce costly bookkeeping mistakes.

Accuracy

Accounting software can help to increase the accuracy of your records by reducing or eliminating human errors in calculation. Manual bookkeeping processes involve making a lot of mathematical calculations by hand. An incorrect calculation early on in the in the process could have a great impact on the end balance. Computers, on the other hand, are virtually incapable of making such errors. However, it should be noted that accounting software is not immune to human errors arising from data entry or interpretation mistakes.

Speed

Using accounting software allows businesses to process their accounts with greater speed than manual processing. Part of this speed increase comes from the use of computers, which are able to process figures far faster than the human brain. In addition, accounting software allows organizations to increase efficiency by introducing automation. Say, for example, that a business needs to record sales tax on all of its transactions. Accounting software could be configured to do that for each entry automatically, rather than having a staff member work out the tax longhand.

Cost

The benefits resulting from the speed and efficiency of accounting software often go hand-in-hand with reduced overall costs. The use of an accounting program allows each member of the accounting team to do more in a given time, potentially meaning that a smaller team is needed overall. This, in turn, can reduce the accounting department’s payroll and administration costs. However, these savings should always be balanced against the cost of the software itself and any additional hardware needed to run it.

Reports

Accounting software helps businesses to supply the necessary members of staff with timely and accurate financial information. For example, suppose that a company’s finance director needs a report of cashflow to take to a meeting in two hours. Many accounting software systems have built-in reporting modules that enable users to create this type of report by simply filling in a form or clicking a button. However, creating such a report manually would be a time-consuming process.

Tax

Filing your business taxes can be a complex process, requiring you to keep close track of all your business’s transactions. Accounting software helps to make this process easier by ensuring that all of your business’s financial details in one place. In addition, companies such as Intuit and ATX produce tax return software that integrates with their accounting programs. This allows you to calculate your return itself semi-automatically, rather than spending time and resources working out the necessary details by hand.

EASY ACCOUNTING STORE
Mall Ambassador Lt. 1 No. 40
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 8 Kuningan, Jakarta Selatan
Telp : 021-57939608 | 021-57939609
Mobile : 0838 7485 7532
Email : Marketing@easyambassador.com

Pajak Untuk Pengusaha UKM

Pajak Untuk Pengusaha UKM

Pajak untuk pengusaha UKM

Pajak Untuk Pengusaha UKM. Perlukah pengusaha UKM membayar pajak? Sebelum mengulas tentang hal tersebut , lebih jauh sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu pajak sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) UU No. 28/2007

“Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Sementara menurut Pasal 1 ayat (2) UU No. 28/2007 menyatakan:“Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.”

Ketentuan tentang Pajak Penghasilan berdasarkan PP Nomor 46 tahun 2013

Sementara untuk ketentuan mengenai Pajak Penghasilan diatur dalam Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 46 tahun 2013, yang merupakan kebijakan pemerintah yang mengatur tentang Pajak Penghasilan atau penghasilan yang diperoleh dari usaha yang diperoleh wajib pajak yang mempunyai peredaran bruto.

Sesuai dengan PP Nomor 46 tahun 2013 adalah orang Pribadi; Badan, tidak termasuk Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang memperoleh penghasilan dari usaha dengan omzet atau peredaran  bruto yang tidak lebih dari Rp 4.8 miliar dalam satu tahun Pajak.

Pajak yang harus dibayar adalah 1% dari jumlah peredaran bruto (omzet) dari seluruh gerai/outlet/counter atau semacamnya baik pada pusat maupun cabang usaha.

Selain mengetahui tentang wajib pajak, informasi mengenai mereka yang tak dikenai Pajak Penghasilan sesuai PP Nomor 46 tahun 2013 adalah:
  • Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha perdagangan dan/atau jasa yang menggunakan sarana yang dapat dibongkar pasang dan menggunakan sebagian atau seluruh tempat untuk kepentingan umum. Misalnya: pedagang keliling, pedagang asongan, warung tenda di area kaki-lima, dan sejenisnya.
  • Badan yang belum beroperasi secara komersial atau yang dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelahberoperasi secara komersial memperoleh peredaran bruto (omzet) melebihi Rp 4,8 miliar.

Selain ketentuan tentang tidak wajib pajak di atas, Objek Pajak yang tak dikenai Pajak Penghasilan, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Penghasilan dari jasa yang berhubungan dengan Pekerjaan Bebas, seperti misalnya: dokter, advokat/pengacara, akuntan, notaris, PPAT, arsitek, pemain musik, pembawa acara, dan sebagaimana diuraikan dalam penjelasan PP tersebut.
  • Penghasilan dari usaha yang dikenai PPh Final (Pasal 4 ayat (2)), seperti misalnya sewa kamar kos, sewa rumah, jasa konstruksi (perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan), PPh usaha migas, dan lain sebagainya yang diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah tersendiri.
  • Penghasilan yang diterima atau diperoleh dari luar negeri.

Untuk penyetoran pajak sendiri adalah tanggal 15 bulan berikutnya paling lambat dengan menggunakan SSP atau Surat Setoran Pajak. Apabila SSP telah divalidasi NTPN maka Wajib Pajak tak perlu melaporkan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) sebagaimana tanggal validasi NTPN. Penyetoran dilakukan dengan mencantumkan kode pada SSP.

Sementara tujuan dari pemberlakukan PP ini adalah
  • untuk memudahkan masyarakat dalam menjalankan kewajiban perpajakan,
  • meningkatkan wawasan masyarakat mengenai manfaat perpajakan,
  • dan mewujudkan kondisi kontrol sosial dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Direktorat Jenderal Pajak terus berusaha menghimbau masyarakat. Agar taat membayar pajak karena itu merupakan bentuk kontribusi wajib yang harus disetorkan kepada pemerintah . Tetapi para Wajib Pajak dan semua masyarakat di tanah air juga akan turut menikmati pembangunan fasilitas umum dan infrastruktur pembangunan.

Pajak yang dibayarkan kepada pemerintah akan digunakan untuk keperluan penyelenggaraan negara . Penghasilan negara yang terbesar juga berasal dari pajak. Semoga Bermanfaat.

Software Akuntansi Gratis disini. gratis presentasi ke kantor anda

EASY ACCOUNTING STORE
Mall Ambassador Lt. 1 No. 40
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 8 Kuningan, Jakarta Selatan
Telp : 021-57939608 | 021-57939609
Mobile : 0838 7485 7532
Email : Marketing@easyambassador.com