Mengedit Transaksi Recurring Yang Sudah Dibuat

Untuk mengedit transaksi recurring yang sudah dibuat, hapus terlebih dahulu reccuring yang sudah dibuat. Dari menu Daftar > Transaksi Berulang , cari no. transaksi berulangnya lalu klik kanan hapus. Kemudian buat kembali recurring yang baru.


Note : – Jika hanya ingin mengubah salah satu nilai transaksi berulangnya klik menu Daftar > Transaksi Berulang , cari no. transaksi berulangnya lalu klik tombol Ubah . Akan memunculkan tampilan formulir recurring yang telah dibuat.

Kemudian double klik kolom transaksi yang akan diubah, akan membuka form transaksi recurring yang sudah dieksekusi. Setelah itu ubah nilainya sesuai keinginan, klik tombol simpan dan keluar.


Jika ingin mengubah semua nilai transaksi berulang yang belum dieksekusi, recurring yang lama hentikan terlebih dahulu lalu buat recurring baru. Ke menu Daftar > Transaksi Berulang , cari no. transaksi berulangnya lalu klik tombol Ubah. Ceklist kolom Diihentikan lalu klik tombol Simpan dan Keluar.

Sambungan ke server database terputus

Bagaimana jika saat membuka database easy muncul notifikasi “Sambungan ke server database terputus. Silahkan periksa server database” . Hal tersebut bisa disebabkan oleh;
– Firebird tidak running
– Jaringan client ke server terputus

Jika notifikasi tersebut hanya muncul di salah satu komputer, tes terlebih dahulu di komputer tersebut dengan cara membuka database contoh. Jika berhasil masuk ke dalam database contoh, cek koneksi jaringan dari komputer client ke server. Cara mengeceknya dengan kita ping ke komputer Server dari komputer Client tersebut ke Start Windows > Run, ketikkan cmd lalu enter, ditampilan cPrompt ketikan ping ipaddress server -t, contohnya ping 192.168.101.11 -t lalu enter, pastikan konfirmasinya adalah Reply. Jika konfirmasi yang keluar Request Time Out silahkan cek kembali koneksi jaringan komputer client tersebut, misal mengencangkan kembali kabel LAN yang terhubung ke PC atau ke HUB ada yang longgar, bisa dicabut lalu colok kembali. Jika ping sudah Reply namun masih tidak bisa membuka database dari client, cek apakah windows firewallnya sudah off. Klik Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan di pilihan Home or work (private) network location settings dipilih yg turn off.

Jika jaringan tidak ada masalah dan windows firewall jg sudah off namun masih belum bisa membuka database, restart firebird easy di komputer server. Cek ke computer server (tempat penyimpanan database) klik Start Windows > Control Panel > Administrative Tools > Services, cari Firebird Easy lalu klik kanan pilih restart. Setelah itu buka kembali database.

Jaringan (Network Client ke Server)
Setelah memastikan Firebird Easy Running di komputer Server tapi saat membuka data masih muncul pesan “Sambungan ke server database terputus”, hal yang perlu diketahui adalah notifikasi tersebut Muncul di komputer mana? Berikutbeberapa kemungkinan dan cara pengecekannya:

  • Server bisa membuka data, namun semua Client yang akan mengakses data ke komputer Server dengan cara Remote tidak bisa.

Pastikan saat buka database secara Remote dari komputer Client untuk Nama Server atau Alamat IP sudah kita isi dengan IPAddress komputer Server yang benar, dan Auto Refresh dipilih Off. Cara memastikan IPAdress komputer server sudah benar, cek ke komputer tempat penyimpanan data (server) lakukan IPConfig dari menu Start Wndows > Run, lalu ketikkan cmd kemudian enter, ditampilan CPrompt ketikkan ipconfig lalu enter, akan diinformasikan berapa nomor IPAddress komputer server, jika Ipnya berbeda dengan yang tadi dipakai silahkan dicoba lagi buka database dengan IPAddress server yang benar. Jika IP server sering berubah kolom Remote bisa isi dengan Nama Server, cara mengetahui namanya klik kanan My Computer di komputer server lalu properties nanti akan diinfokan Computer Name. Computer Name ini yang dipakai sebagai pengganti IP Server.

Jika sudah mengettikan IPAddress dan letak database yang benar namun masih muncul notifikasi yang sama, di komputer Server kita ke Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan disana kita pilih OFF, lalu coba buka data kembali.

  • Server dan beberapa Client bisa buka, tapi hanya Client tertentu saja tidak bisa buka.

Jika hanya client tertentu saja yang tidak bisa akses database ke server dengan notifikasi “Sambungan ke server database terputus”, pastikan saat akses database untuk pengetikkan IPAddress Server dan direktori database sudah sama seperti komputer client yang lainnya. Untuk mengetahui IPAddress server dan direktori yang sudah dibuka komputer Client yang lainnya, kita bisa melihat tampilan komputer Client yang lain yang bisa akses data, dibagian paling bawah sejajar dengan user terdapat informasi IP berapa berikut direktori letak database di server.

Selain itu pastikan koneksi jaringan ke server untuk client yang tidak bisa akses, tak bermasalah, cara ceknya yaitu dengan kita ping ke komputer Server dari komputer Client tersebut ke Start Windows > Run, ketikkan cmd lalu enter, ditampilan cPrompt ketikan ping ipaddress server -t, contohnya ping 192.168.101.11 -t lalu enter, pastikan konfirmasinya adalah Reply. Jika konfirmasi yang keluar Request Time Out silahkan cek kembali koneksi jaringan komputer client tersebut , misal mengencangkan kabel LAN yang terhubung ke PC atau ke HUB ada yang longgar, bisa dicabut lalu colok kembali. Jika ping sudah Reply namun masih tidak bisa membuka database dari client, cek apakah windows firewallnya sudah off. Klik Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan di pilihan Home or work (private) network location settings dipilih yg turn off.

Jika ping sudah Reply seharusnya waktu buka data dengan IP dan alamat data di server yang benar sudah bisa buka data.

  • Server (tempat penyimpanan database) sendiri tidak bisa akses database dan semua komputer Client juga jadi tidak bisa akses.

Restart Firebird Easy, klik Start Windows > Control Panel > Administrative Tools > Services, cari Firebird Easy lalu klik kanan pilih restart. Jika masih muncul notifikasi sambungan ke server terputus. Pastikan windows firewallnya sudah off. Klik Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan di pilihan Home or work (private) network location settings dipilih yg turn off.

Recurring Transaction Feature

Di Easy 3 fitur baru selain Uang Muka ada Recurring Transaction (Transaksi Berulang) yaitu
fitur yang dapat memudahkan Anda menginput transaksi di formulir transaksi tertentu dimana
informasinya selalu sama, hanya dibedakan tanggal dan keterangannya lainnya.
Berikut transaksi-transaksi yang dapat di Recurring:

  1. Transaksi Faktur Pembelian (Purchase Invoice)
  2. Transaksi Faktur Penjualan (Sales Invoice)
  3. Transaksi Jurnal Umum (Journal Voucher)
  4. Transaksi Pembayaran Lainnya (Other Payment)

Transaksi Reccuring berfungsi untuk menyimpan detail dari informasi transaksi yang akan dijadikan perulangan lalu diset akan dilakukan perulangan berapa kali dengan rentang /jeda waktu berapa lama.

Pada saat jatuh tempo transaksi recurring Easy tidak otomatis membuat transaksi perulangan atas transaksi yang direcurring tersebut, Easy hanya memberikan peringatan / reminder saat tranksasi tersebut jatuh tempo untuk diekskusi.

Sebagai contoh berikut ilustrasi transaksi recurring di jurnal umum / journal voucher, jika kita akan menginput beban kantor yang setiap bulan sama biayanya dan biaya tersebut harus dikeluarkan setiap bulannya.

Buat Jurnal Umum yang akan dijadikan transaksi reccuring, dari menu Jalan Pintas > Jurnal Umum atau dari Buku besar > Jurnal Umum > klik Baru.

Kemudian input transaksi seperti gambar  diatas, jika detail transaksi sudah lengkap diisi  klik tombol Transaksi Berulang yang akan tampil seperti ini;

Setelah itu input transaksi reccuring sesuai keinginan.

Keterangan Formulir Recurring Transaction;

  1. Periode : Rentang/jeda waktu perulangan
  2. Berapa Kali : Jumlah perulangan yang akan dibuat (termasuk transaksi pertamanya)
  3. Masukkan Nomor Faktur : Jika option ini dicentang, maka nomor invoice yang diiisikan dibagian detail (kolom mulai dari) akan diset menjadi nomor Transaksi Perulangannya, jika tidak dicentang,makan nomor transaksinya mengikuri auto counting yang didapat.
  4. Telah Dilaksanakan : Jika sudah dicentang, maka artinya sudah transaksinya sudah dibuat.

 

Cara Menggunakan Fitur Uang Muka / Down Payment Pembelian melalui Pesanan Pembelian / PO

Berikut langkah-langkah mencatat Uang Muka atau Down Payment pembelian  dari modul Pesanan Pembelian  (PO) ;

  • Buat Pesanan Pembelian (PO) dari menu Jalan Pintas  >  Pembelian > Pesanan Pembelian  atau dari menu Daftar > Pembelian  > Pesanan Pembelian > Klik Baru (New), kemudian input informasi  transaksi berikut barang yang akan dipesan  dari Pemasok (Vendor).
  • Untuk menginput uang muka / DP di form transaksi tersebut silahkan klik tombol Uang Muka / Down Payment. Secara otomatis nanti akan membuat Faktur Pembelian /  Purchase  Invoice uang muka dengan catatan di preferensi untuk akun uang muka pembelian sudah diisi. Jika belum diisi maka akan muncul notifikasi “Akun Uang Muka Pembelian  belum ada di preferensi!” , oleh sebab itu di menu preferensinya  setting terlebih dahulu, di  akun standar mata uang untuk kolom akun uang muka pembelian diisi akun penampungnya. Biasanya akan tersebut diset ke Uang Muka Pembelian  / Advance Purchase dengan tipe Piutang  Usaha / Account Receivable yang ada di daftar akun.
  • Untuk mencatat pembayaran  Uang Muka / DP silahkan cek di form Pembayaran Pembelian   / Purchase Payment. Silahkan ceklist dikolom bayar untuk invoice DP yang dibuat tadi lalu simpan dan keluar.
  • Jika di kemudian hari Pesanan Pembelian / PO tadi akan diproses ke Penerimaan  Barang  / RI  ataupun Faktur dari Penerimaan  Barang  Purchase Invoice from RI  / Purchase  Invoice / PI , maka tarik PO  tadi ke RI lalu ke Faktur dari Penerimaan Barang atau PO ke Faktur  Pembelian / PI  langsung maka di fakturnya nilai uang muka akan terbawa sehingga nilai terutangnya nanti otomatis sudah dikurangi uang muka yang dibayarkan ke Pemasok (Vendor).

 

Apabila nilai faktur sama dengan nilai uang muka / DP maka   faktur pembelian  tidak akan muncul lagi di menu Pembayaran Pembelian  saat memilih pemasok  yang bersangkutan karena faktur sudah lunas dengan DP yang dibayarkan.

Cara Menggunakan Fitur Uang Muka / Down Payment Penjualan melalui Pesanan Penjualan / SO

Berikut langkah-langkah mencatat Uang Muka atau Down Payment penjualan dari modul Pesanan Penjualan (SO) ;

  • Buat Pesanan Penjualan (SO) dari menu Jalan Pintas  >  Penjualan > Pesanan Penjualan atau dari menu Daftar > Penjualan > Pesanan Penjualan > Klik Baru (New), kemudian input informasi  transaksi berikut barang yang dipesan oleh pelanggan (customer).
  • Untuk menginput uang muka / DP di form transaksi tersebut silahkan klik tombol Uang Muka / Down Payment. Secara otomatis nanti akan membuat Faktur Penjualan / Sales Invoice dengan catatan di preferensi untuk akun uang muka penjualan sudah diisi. Jika belum diisi maka akan muncul notifikasi “Akun Uang Muka Penjualan belum ada di preferensi!” , oleh sebab itu di menu preferensinya  setting terlebih dahulu, di  akun standar mata uang untuk kolom akun uang muka penjualan diisi akun penampungnya. Biasanya akan tersebut diset ke Uang Muka Penjualan / Advance Sales dengan tipe Hutang Usaha / Account Payable yang ada di daftar akun.
  • Untuk mencatat  penerimaan Uang Muka / DP silahkan cek di form Penerimaan Penjualan / Sales Receipt. Silahkan ceklist dikolom bayar untuk invoice DP yang dibuat tadi lalu simpan dan keluar.
  • Jika di kemudian hari Pesanan Penjualan / SO tadi akan diproses ke Pengiriman Barang  / DO ataupun Faktur dari Pengiriman Barang  Sales Invoice from DO / Sales Invoice / SI , maka tarik SO tadi ke DO lalu ke Faktur dari Pengiriman Barang atau SO ke Faktur Penjualan langsung maka di fakturnya nilai uang muka akan terbawa sehingga nilai terutangnya nanti otomatis sudah dikurangi uang muka yang diterima.
  • Apabila nilai faktur sama dengan nilai uang muka / DP maka   faktur penjualan tidak akan muncul lagi di inputan  Penerimaan Pelanggan saat memilih pelanggan yang bersangkutan karena faktur sudah lunas dengan DP yang diterima.

     

Bagaimana Mengontrol “Kebocoran” Stock Di Gudang?

Bagaimana Mengontrol “Kebocoran” Stock Di Gudang?

Dalam aktivitas sebuah usaha, laporan persediaan memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan untuk mengambil keputusan. Selain itu stok atau persediaan juga merupakan salah satu unsur yang sangat aktif dalam kegiatan perusahaan yang secara kontinyu diperoleh, diproduksi, dan dijual. Kesalahan dalam pencatatan stock akan mengakibatkan kesalahan dalam menentukan perolehan besarnya laba perusahaan. Selain itu periode penyimpanan stok yang ada digudang juga akan mempengaruhi biaya yang memungkinkan terjadinya kerusakan sehingga menimbulkan kerugian.

stock

Mengelola stock barang dalam gudang dan memperlakukannya dengan baik dapat dilakukan dengan mudah, asal Anda tahu bagaimana mengelolanya dengan benar. Pada dasarnya beberapa aktivitas dalam gudang terdiri dari:

  • Administrasi, yaitu proses pencatatan penerimaan dan pengeluaran barang secara akuntansi, mengendalikan dokuman, otorisasi, hingga pelaporan stok barang.
  • Penerimaan barang, merupakan prosedur bagaimana barang dagangan masuk ke gudang karena adanya proses pembelian barang dagangan.
  • Penyimpanan barang, merupakan sistem pengelolaan dan pengendalian agar barang tetap dalam kondisi baik.
  • Pengeluaran barang, yaitu sistem pengiriman dan keluarnya stok barang dari gudang karena adanya penjualan.

Jika usaha Anda masih dalam skala kecil atau menengah, pengawasan stok dapat Anda lakukan sendiri. Namun jika usaha Anda semakin berkembang dan stok semakin meningkat, maka Anda membutuhkan karyawan yang memiliki integritas tinggi untuk dapat mengelola stok di gudang. Hal ini karena kesalahan dalam mengelola stok akan menyebabkan kerugian besar, terlebih jika stok merupakan bahan yang bernilai tinggi.

Agar terhindar dari kebocoran stok di gudang, berikut beberapa langkah penting yang bisa dilakukan:

  1. Mengetahui dan mengenal dengan baik jenis barang yang disimpan beserta cara penanganannya.
  2. Menerapkan sistem administrasi dan dokumentasi yang dapat memantau arus keluar-masuk stok barang.
  3. Menentukan cara dan prosedur penyimpanan ketika barang harus berada di gudang sebelum dikirim.
  4. Melakukan random cek secara berkala jika stok yang disimpan dalam beberapa jenis barang.

Pada dasarnya kegiatan mengelola stok di gudang ini nampak monoton. Namun bagaimanapun, pengelolaan gudang wajib diterapkan oleh perusahaan yang mengharuskan adanya stok barang. Agar dapat menjaga kondisi stok barang dan mengendalian perputarannya, maka dibutuhkan sistem yang tepat dan sesuai dengan jenis usaha. Sistem akuntansi juga harus diterapkan untuk mencegah terjadinya kebocoran stok di gudang. Penggunaan software akuntansi dalam hal pengelolaan stok akan banyak membantu dan meminimalkan kesalahan. Software akuntansi yang mampu mengakomodir kebutuhan tersebut adalah Easy Accounting System, yang mudah digunakan sehingga mengelola stok di gudang dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.

Demikianlah artikel ini dibuat semoga bermanfaat.

 

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Novi Yanirahmawati

Telepon : 021 29666758/59
SMS / WA : 0838-771-771-19
Email : marketing@easyaccountingstore.com

Perbedaan Pengeluaran Modal vs Pengeluaran Pendapatan

Capital Expenditure | Pengeluaran Modal

Pengeluaran modal atau yang juga dikenal dengan istilah capex (capital expenditure) merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tetap, menambah kapasitas output aktiva tetap, menambah tingkat keefisienan aktiva tetap, juga memperpanjang umur ekonomis suatu aktiva tetap (manfaat ekonomisnya lebih dari satu tahun buku).

Apabilia dilihat dari tingkat material, biasanya, biaya biaya ini dikeluarkan dalam nominal yang cukup material. Selain itu tingkat keseringan pengeluaran modal ini jarang terjadi. Contohnya: Biaya yang dikeluarkan dalam pembelian aktiva tetap

Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pembelian salah satu atau lebih komponen aktiva tetap maupun biaya penggantian komponen-komponen aktiva yang perlu diganti.
Biaya yang dikeluarkan dengan tujuan mendapatkan manfaat ekonomis dimasa yang akan datang, meningkatkan kapasitas produksi maupun tingkat efisiensi dan juga bisa memperpanjang umur ekonomis atau masa manfaat atas aset tetap.

Misalnya, pembelian mesin produksi, pembelian komponen mesin produksi, meng-upgrade kapasitas mesin produksi, yang umumnya jumlah yang dikeluarkan untuk itu sangat material. Jadi, pengeluaran modal merupakan pengeluaran yang tidak dibebankan pada saat periode pengeluaran itu terjadi melainkan di KAPITALISASI sebagai aset tetap dalam Neraca. Karena pengeluaran pengeluaran ini diharapkan memberikan manfaat untuk perusahaan di masa yang akan datang !

Kemudian, secara periodik, aset tetap ini dialokasikan sebagai beban penyusutan pada periode mendatang.

Revenue Expenditure | Pengeluaran Pendapatan

Pengertian revenue expenditure atau pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran/biaya biaya yang hanya memberikan manfaat ekonomis pada saat PERIODE BERJALAN terjadinya pengeluaran. Pengeluaran ini tidak dikapitalisasi sebagai aset tetap pada neraca tetapi LANGSUNG DIBEBANKAN pada laporan laba/rugi periode berjalan. Dilihat dari nilai materialitasnya, pengeluaran pendapatan ini nilainya cenderung kecil, alias tidak material bagi perusahaan. Manfaat ekonomisnya yang diperoleh tidak lebih dari satu tahun buku.

Pengeluaran ini biasanya juga sering terjadi dalam operasional perusahaan dan berulang ulang. Contohnya seperti pengeluaran pemeliharaan mesin, pembersihan mesin, melumasi mesin agar bisa beroperasi seperti biasanya.

Pengeluaran-pengeluaran seperti ini biasanya tidak membuat umur ekonomis mesin bertambah, juga tidak bisa meningkatkan kapasitas produksi mesin maupun tingkat efisiensinya dan nominal yang dikeluarkan cenderung tidak material dibanding perolehan mesin itu sendiri.

Pengeluaran seperti ini berulang terjadi dan pencatatannya langsung dibebankan pada periode tersebut.

Namun, jika seandainya ada salah satu komponen mesin yang rusak, misalnya ada beberapa kabel yang harus diganti atau plank yang harus di las dan kerusakannya tidak sampai membuat turun mesin, nilainya tidak material.

Maka pengeluaran ini dicatat sebagai beban perbaikan. Tidak dikapitalisasi !

Apa bisa dimengerti ?

 

demikian penjelasan tentang Perbedaan Pengeluaran Modal vs Pengeluaran Pendapatan semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Untuk Informasi Lebih Lanjut mengenai Software Akuntansi EASY atau Download Gratis dan Demo Software EASY di Kantor Anda, Silahkan Menghubungi :

Halimahtun Sa’diyah

No. Telp           : 021-58908469

SMS/WA         :083877673377

Pin                   :D25BA557

Email              : marketing@easyaccountingsystem.co.id

9 Point Penting Marketing Revolution Tung Desem Waringin

 

Marketing Revolution – Pada awal penciptaan bumi muncul makhluk prasejarah yang kita kenal sebagai dinosaurus. Mereka hidup berjuta – juta tahun yang lalu. Menguasai bumi dengan keganasan nya.

Dimasa sekarang jejak keberadaan mereka yang nyata pun masih ada. Seperti misalnya buaya dan ikan yang di juluki sebagai fosil hidup zaman dinosaurus yang memiliki ciri paling mendekati dengan makhluk pra sejarah ini.

Selama berjuta – juta tahun lamanya dinosaurus pra sejarah yang berbentuk buaya ini berubah secara perlahan sehingga bisa beradaptasi dengan perubahan zaman yang mereka lalui.

Kemampuan inilah yang disebut dengan evolusi. Kemampuan untuk berubah dan beradaptasi dalam masa yang sangat lama agar bisa bertahan hidup. Salah satu teori terkenal tentang evolusi adalah teori Darwin.

Selain evolusi ada lagi yang namanya revolusi. Berbeda dengan evolusi, revolusi adalah perubahan dan adaptasi secara cepat. Istilah revolusi pun dapat diterapkan di berbagai tempat.

Banyak sekali hal yang menggunakan revolusi sebagai gandengan kata seperti revolusi perancis, revolusi industri dan revolusi kemerdekaan. Saat ini pun sudah ada yang namanya marketing revolution.

Apa Itu Marketing Revolution?

Marketing yang sudah kita kenal intinya adalah menyampaikan penawaran kepada pelanggan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan terjadi penjualan yang berkesinambungan.

Dari pengertian revolusi tadi kita juga tahu bahwa revolusi adalah perubahan dan adaptasi yang berlangsung secara cepat. Lalu apa hubungan nya dengan marketing? dan siapa tokoh dibalik revolusi ini?

Tokoh tersebut tidak lain adalah Tung Desem Waringin. Seorang pebisnis sekaligus motivator yang sudah memulai karir nya sejak berada di bangku kuliah yang dimulai dari menjual emas.

Titik balik keberhasilan nya dimulai setelah ia mengikuti seminar motivator dunia Anthony Robbin. Mulai saat itulah ia menjadi motivator dan menerapkan ilmu yang dimiliki nya.

Hasil penerapan ilmu tersebut adalah Marketing Revolution. Menurut pendapat beliau Marketing Revolution ini adalah ilmu untuk menyampaikan penawaran kepada pelanggan sehingga terjadi penjualan yang berkesinambungan secara CEPAT dan BESAR.

Menurut beliau juga penjualan yang berhasil adalah antara penjual dan pembeli sama – sama mendapatkan keuntungan. Jika hanya penjual yang untung maka pembeli akan kapok untuk membeli. Begitu juga sebaliknya.

Lalu apa perbedaan nya dengan marketing klasik?

Dalam marketing klasik terdapat aturan tidak tertulis dalam melakukan penawaran. Seperti Tata Krama dan urutan – urutan tertentu. Aturan ini menjadi patokan bagi marketer kebanyakan.

Sedangkan dalam marketing revolution, tidak ada aturan yang mengikat. Tidak ada tata krama. Semua bebas yang terpenting adalah penawaran tersebut berhasil. Karena itu diperlukan Open Minded bagi marketer untuk dapat menggunakan berbagai keadaan dan aturan yang ada secara fleksibel.
Seperti yang diungkapkan TDW dalam bukunya yang juga berjudul marketing Revolution ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Berikut ini 9 hal penting dalam marketing revolution.

1. Menciptakan Penawaran Menarik

Semakin menarik penawaran yang berikan akan semakin penasaran pelanggan yang terhadap barang tersebut. Tantangan terbesar yang dengan hal ini adalah membuat pelanggan akan merasa rugii jika tidak membeli produk yang ditawarkan atau merasa beruntung karena membeli produk tersebut

2. Menawarkan Pada Target yang Tepat

Meskipun penawaran yang diberikan menarik dan terpercaya namun jika orang yang ditawarkan tidak tepat hal itu akan sia – sia. Ibarat kucing yang bermain dengan berlian, tidak tahu apa yang diberikan kepada nya. Karena itu perlu menentukan target yang tepat sebelum menawarkan produk.

3. Fokus Pada USP

Apa itu USP? USP adalah Ultimate advantage, Sensational offer dan Powerfull promise atau dalam istilah nya melakukan hal yang lain dari pada yang lain dan melakukan penawaran dengan melihat kelebihan produk yang dimiliki. Dengan melakukan hal ini income yang didapat akan sangat besar.

4. Melakukan 5 Usaha Marketing

Agar lebih efektif dalam melakukan marketing harus ada usaha maksimal dan 5 usaha marketing ini sangat perlu untuk dilakukan seperti memperbanyak calon konsumen, mengubah calon konsumen menjadi konsumen, memperbesar, mempersering pembelian per konsumen dan yang terakhir meningkatkan margin.

5. Tindakan Terukur dan Teruji

Setiap langkah yang akan dilakukan harus diperhitungkan dengan baik. Selain itu sudah dilakukan pengetesan setiap hal kecil yang ada. Sehingga dapat dilakukan peningkatan kinerja yang akam mengantarkan keberhasilan lebih cepat.

6. Faktor Kali (Tipping Point)

Dengan melakukan hal – hal kecil yang berarti dapat memberikan timbal balik yang sangat besar pada proses pemasaran anda. Seperti misalnya ucapan selamat datang dan terima kasih kepada pelanggan. Meskipun terlihat remeh tapi hal ini terbukti meningkatkan penjualan.

7. Produktifitas yang terkait penghasilan

Keuntungan tidak akan didapatkan tanpa ada usaha. Usaha yang efektif adalah usaha yang produktif dan menghasilkan. Karena itu Produktifitas ini harus sangat diperhatikan agar penghasilan yang didapat bisa sebanding dengan usaha yang telah dilakukan.

8. Monitoring

Tanpa melakukan monitoring, pemasaran yang telah dilakukan tidak akan diketahui perkembangan dan perubahan nya. Selain itu proses marketing tidak akan terarah kepada tujuan yang jelas. Monitoring menjadi hal sempurna untuk membantu marketing mengakselerasi laju penjualan produk..

9. Prinsip Harga Paling Murah

Selama melakukan pemasaran terapkan prinsip bahwa produk yang ditawarkan memiliki harga yang paling murah dibanding dengan produk yang lain. Karena dengan melihat hal ini pelanggan akan secara tidak sadar mengiyakan prinsip yang di tekankan tersebut.

Nah semua poin – poin yang seudah disebutkan diatas semua nya terdapat di buku Marketing Revolution milik Tung Desem Waringin. Untuk lebih jelasnya silahkan beli buku tersebut atau ikuti seminar TDW. Semoga apa yang ada dapat bermanfaat sekian dan terima kasih.

Download Software Akuntansi untuk Bisnis Disini 

EASY ACCOUNTING STORE
Mall Ambassador Lt. 1 No. 40
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 8 Kuningan, Jakarta Selatan
Telp : 021-57939608 | 021-57939609
Mobile : 0838 7485 7532
Email : Marketing@easyambassador.com

6 Elemen Penting Agar Startup Sukses

 

Cara Membuat Startup Startup atau perusahaan rintisan memang tengah booming di era modern sekarang, perusahaan yang masih seumur jagung dengan modal yang nyaris tidak ada namun dapat berkembang dengan sangat cepat dan mendapatkan value atau nilai perusahaan yang sangat fantastis.

Kita tahu ada banyak sekali perusahaan-perusahaan rintisan yang ada, seperti yang saya jelaskan sebelumnya mereka dibentuk dengan nyaris tanpa modal. Modal mereka tidak lain adalah sebuah ide dan kemampuan untuk mengimplementasikan ide mereka. Sebagai contoh, google dibuat oleh 2 orang mahasiswa PHd yaitu Larry Page dan Sergey Bin.

Idenya sederhana agar setiap orang dapat mencari informasi dengan sangat mudah, kemudian dengan skill yang dimiliki mereka mengeksekusi ide mereka. Hasilnya? Google menjadi salah satu perusahaan terbesar didunia, bahkan mengalahkan perusahaan-perusahaan tua lain seperti Samsung, bahkan Airbus yang berusia jauh lebih tua.

Apa rahasia mereka? Memang ada banyak sekali aspek-aspek yang membuat mereka dapat berkembang dengan sangat cepat. Bagaimana mereka mampu melirik sebuah lini/celah yang belum ada pemainnya sedikit pemainnya tetapi memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat global. Nah, untuk mengulasnya berikut ini adalah 6 elemen paling penting untuk membuat startup yang sukses dikutip dari buku startupedia :

1. Membuat Sebuah Tim

Yang pertama dan paling utama memang membentuk sebuah tim. Karena perusahaan yang akan kamu dirikan tidak mungkin dapat kamu handle semuanya sendirian. Mungkin kamu pintar dalam memiliki ide tetapi sangat lemah dalam pengiplementasian ide tersebut, karena itulah kamu butuh seorang co-founder untuk mengeksekusi ide tersebut.

Selain itu dari sudut pandang perusahaan venture capitalist (perusahaan yang memberikan pendanaan bagi startup potensial) tim adalah salah satu elemen penilaian paling penting. Karena saat awal-awal startup berdiri hanya tim saja satu-satunya asset yang dimilikinya.

2. Menciptakan Sebuah Produk

Setelah tim terbentuk, segera buatlah suatu produk yang berguna bagi banyak orang. Buatlah produk yang sekiranya orang lain membutuhkannya. Bagaimana cara menemukan ide bisnis / ide produknya?

Riset dan risetlah apa yang sekiranya dibutuhkan oleh masyarakat, dengan riset yang mumpuni alias mengumpulkan masalah-masalah yang ada di lingkungan kemudian kita konversikan masalah tersebut menjadi sebuah solusi yang berbentuk produk andalan perusahaan.

3. Melindungi Keuntungan Melalui Paten

Tidak heran jika perusahaan-perusahaan teknologi sekarang sedang gencar-gencarnya perang paten, disetiap berita kita sering menemukan headline perang paten antara Apple dengan Samsung, Google dengan Microsoft, dll.

Jika dirasa kamu memiliki produk yang unik dan bagus, maka lebih baik dipatenkan saja. Karena hal ini akan melindungi hak intelektual kamu. Karena jika tidak kemungkinan terburuk akan terjadi yaitu perusahaan akan runtuh. Tidak sedikit perusahaan-perusahaan ternama yang jatuh karena perlindungan paten yang lemah.

4. Memasarkan Produk

Setelah memiliki tim dan produk kuat, langkah selanjutnya untuk memasarkan produk. Percuma bukan jika produk bagus tetapi tidak ada yang memakai? (Baca : Cara mempromosikan produk baru). Setiap perusahaan memiliki tipe dan konsep promosi yang berbeda bergantung pada jenis produk dan market yang mereka tuju.

5. Mengembangkan Strategi Pembiayaan

Setelah dirasa pengguna banyak, otomatis startup sangat membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit untuk mengembangkan layanan mereka. Pada tahap ini biasanya mereka mulai mencari pendanaan dari capital venture, ada banyak perusahaan-perusahaan capital venture sekarang yang siap untuk memberikan pendanaan terhadap startup-startup.

6. Membentuk Strategi Exit

Langkah terakhir setelah perusahaan stabil maka perlu direncanakan tahap strategi untk exit. Pada umumnya ada 2 tipe startegi exit untuk startup yaitu Initial public Offering (IPO) dan Merge dan Akuisisi (M&A).

Bisa dikatakan Exit adalah tahap terakhir untuk siklus kehidupan startup. Karena itulah startup kebanyakan mendesain strategi untuk Exit sejak awal perusahaan dibentuk.

Itu tadi adalah 6 tips untuk membentuk startup yang sukses. Tentu saja masih ada banyak elemen-elemen yang mempengaruhinya. Mulailah dari hal terkecil di sekitar kamu, jika ada masalah yang belum terselesaikan segera pecahkan dengan solusi. Karena seperti kata Ridwan Kami, Indonesia ini membutuhkan para pemuda pemberi solusi bukan yang pencaci maki. Just do It!

Download software akuntansi untuk startup gratis disini

EASY ACCOUNTING STORE
Mall Ambassador Lt. 1 No. 40
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 8 Kuningan, Jakarta Selatan
Telp : 021-57939608 | 021-57939609
Mobile : 0838 7485 7532
Email : Marketing@easyambassador.com

4 Acuan Utama dalam Manajemen Bisnis

4 Acuan Utama dalam Manajemen Bisnis

Manajemen Bisnis – Pengertian dari manajemen bisnis adalah segala cara pengaturan untuk menyeluruh untuk menjalankan usaha bisnis secara profesional serta dapat menghasilkan tujuan yang diimpikan.

Manajamen bisnis ini sangat diperlukan untuk mencapai tujuan usaha/bisnis yang telah diimpikan dan ditetapkan oleh perusahaan.

Manajemen ini dilakukan agar bisnis tidak berantakan, sembarangan, teratur, memenuhi target, serta untuk antisipasi resiko yang ada. Ingat, salah satu fungsi utama manajemen adalah untuk mengatur sesuatu yang belum teratur.

Pada awal membangun bisnis, kita harus menetapkan langkah-langkah apa yang akan dijalankan dengan profesional. Mengapa harus profesional? Ya supaya memperbesar peluang tujuan yang ingin dicapai itu bisa terwujud. Langkah-langkah tersebut ditulis dalam bentuk perencanaan bisnis atau business plan.

Dengan perencanaan bisnis yang bagus, maka otomatis manajemen perusahaanpun semakin baik dan efektif. Efeknya apa? Income perusahaan meningkat. Hal ini berlaku baik di usaha menengah ataupun level corporate.
Adapun patokan pokok dari manajemen bisnis, yaitu:

1. Manajemen Produksi

Manajemen produksi ialah perencanaan yang berhubungan dengan ketersediaan bahan baku atau produk jadi yang siap untuk dijual. Hal ini menyangkut proses produksi hingga menghasilkan produk yang diminati pelanggan.

2. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah cabang manajemen yang khusus untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Mengapa hal ini penting?

Dalam sebuah bisnis dan usaha, pendapatan itu menjadi acuan utama apakah perusahaan itu sehat apa tidak. Jika tidak ada pemasukan yang berarti bagaimana perusahaan bisa bertahan dan berkembang?

Karena itulah, manajemen pemasaran itu sangat penting untuk sebuah perusahaan. Didalam manajemen pemasaran itu ada strategi pemasaran, riset kompetitor, evaluasi pasar, dll. Semuanya itu bisa diolah secara efektif dengan menggunakan manajemen bisnis yang tepat.

3. Manajemen Distribusi

Hal ini merupakan peran pendukung bagi manajemen pemasaran, mengapa demikian? Dikutip dari Pemasaran bisa berjalan dengan lancar, bila distribusinya tidak ada masalah, begitu juga sebaliknya jika distribusi macet maka marketingnya juga terganggu.

Nah dengan begitu penyaluran suatu produk terhadap pelanggan itu tergantung dengan pola distribusi yang telah dibuat oleh perusahaan.

4. Manajemen Finansial

Ini menyangkut dengan keterbukaan serta pengelolaan dari perputaran uang perusahaan. Dalam tahap ini, manajemen finansial itu sangat penting. Karena bagian keuangan ini juga memegang peranan untuk memajukan perusahaan setingkat dengan bagian pemasaran.

Manajemen pemasaran berfungsi untuk mendapatkan uang, sedangkan manajemen finansial berfungsi untuk mengatur uang yang masuk dan keluar perusahaan.

Dengan adanya manajemen keuangan yang baik, maka perusahaan dapat mengatur dan mendistribusikan uang perusahaan dengan efektif dan tepat. Tidak tumpang tindih, sehingga pemasukan naik serta pengeluaran dapat dimanage dengan baik.

Hal ini sering dilupakan oleh perusahaan amatir, mereka tidak terlalu memperhatikan arus kas mereka. Mereka hanya fokus pada pemasukan saja, padahal menghitung pemasukan dan pengeluaran serta menganalisisnya itu sangat penting guna menciptakan keadaan keuangan perusahaan yang sehat.

Karena itulah, jika Anda ingin memiliki perusahaan yang maju, tidak usah besar-besar maka jangan pernah lupa untuk memanajemen keuangan Anda. Karena inti dari manajemen bisnis adalah bisa mengatur keuangan dengan tepat, kemudian mengatur strategi marketing yang sesuai dengan tipe perusahaan.

Download Software Akuntansi Gratis Disini

EASY ACCOUNTING STORE
Mall Ambassador Lt. 1 No. 40
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 8 Kuningan, Jakarta Selatan
Telp : 021-57939608 | 021-57939609
Mobile : 0838 7485 7532
Email : Marketing@easyambassador.com