Membuat Laporan Penjualan per Penjual / Salesman

Membuat Laporan Penjualan per Penjual / Salesman

 

Berikut cara memodifikasi laporan penjualan per Penjual / Salesman;

 

LaporanPenjualanperSales-1

 
Laporan > Semua Laporan > Laporan Penjualan > Penjualan per Pelanggan Rincian lalu klik modifikasi ke tab Columns double klik folder penjual lalu ambil variable Nama Depan setelah itu kembali ke bagian Filters & Parameters > Selected Columns lalu ceklist informasi apa saja yang ingin ditampilkan.

Klik modifikasi kembali > ke tab Group > add Group Nama Depan Penjual posisi kolom Nama Depan Penjual dipindah ke paling atas menggunakan tanda panah hijau yang ada di samping kanan, kolom lain yg kolom show header dan footer masih tercentang unceklist. Lalu sorot kolom Nama Depan Penjual, dibagian Show header Nama Penjual diceklist dan untuk Show Footer di bagian kolom Jumlah, Nilai HPP dan Laba Kotor diceklist jika dibutuhkan. setelah itu ok-kan, maka tampilannya akan seperti ini.

Laporan-Penjualan-per-Pelanggan

Membuat Laporan Penjualan per Penjual / Salesman

Berikut cara memodifikasi laporan penjualan per Penjual / Salesman;


Laporan > Semua Laporan > Laporan Penjualan > Penjualan per Pelanggan Rincian lalu klik modifikasi ke tab Columns double klik folder penjual lalu ambil variable Nama Depan setelah itu kembali ke bagian Filters & Parameters > Selected Columns lalu ceklist informasi apa saja yang ingin ditampilkan.

Klik modifikasi kembali > ke tab Group > add Group Nama Depan Penjual posisi kolom Nama Depan Penjual dipindah ke paling atas menggunakan tanda panah hijau yang ada di samping kanan, kolom lain yg kolom show header dan footer masih tercentang unceklist. Lalu sorot kolom Nama Depan Penjual, dibagian Show header Nama Penjual diceklist dan untuk Show Footer di bagian kolom Jumlah, Nilai HPP dan Laba Kotor diceklist jika dibutuhkan. setelah itu ok-kan, maka tampilannya akan seperti ini.

Mengedit Transaksi Recurring Yang Sudah Dibuat


Mengedit Transaksi Recurring Yang Sudah Dibuat

 

Untuk mengedit transaksi recurring yang sudah dibuat, hapus terlebih dahulu reccuring yang sudah dibuat. Dari menu Daftar > Transaksi Berulang , cari no. transaksi berulangnya lalu klik kanan hapus. Kemudian buat kembali recurring yang baru.
Note : – Jika hanya ingin mengubah salah satu nilai transaksi berulangnya klik menu Daftar > Transaksi Berulang , cari no. transaksi berulangnya lalu klik tombol Ubah . Akan memunculkan tampilan formulir recurring yang telah dibuat.

Kemudian double klik kolom transaksi yang akan diubah, akan membuka form transaksi recurring yang sudah dieksekusi. Setelah itu ubah nilainya sesuai keinginan, klik tombol simpan dan keluar.
Jika ingin mengubah semua nilai transaksi berulang yang belum dieksekusi, recurring yang lama hentikan terlebih dahulu lalu buat recurring baru. Ke menu Daftar > Transaksi Berulang , cari no. transaksi berulangnya lalu klik tombol Ubah. Ceklist kolom Diihentikan lalu klik tombol Simpan dan Keluar.

 

Untuk kebutuhan software akuntansi, silakan hubungi

Saifullah

Easy Accounting Store

Mall Ambassador Lt.1 No.40

Jl. Prof Dr Satrio Kav 8, Kuningan, Jakarta Selatan

Telp. 021-57939608/09

Hp. 083897363040/083877673377

Email : marketing@easyambassador.com

Tipe Barang : Persediaan, Non Persediaan dan Service

Tipe Barang : Persediaan, Non Persediaan dan Service

 

Easy Accounting System menyediakan Daftar Barang/Items yang dapat digunakan untuk mencatat data persediaan berupa barang dagang dan jasa yang Anda miliki dan juga sebagai master data untuk transaksi.

Tabel Daftar Barang/Items menampilkan informasi nomor barang, nama barang, jumlah kuantitas barang, harga jual dan tipe barang.

Jenis barang yang dapat dicatat Daftar pada tabel Barang/Items dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tipe, yaitu sebagai berikut :
1. Inventory Part /Persediaan
Anda dapat mencatat barang yang anda miliki dengan tipe Inventory Part /Persediaan jika barang yang digunakan merupakan barang dagang yang ditujukan untuk dijual kembali. Barang yang dapat dikategorikan ke dalam tipe Inventory Part, adalah barang yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  • Mempunyai informasi persediaan, yaitu kuantitas, biaya per satuan dan tempat barang disimpan/gudang dan riwayat barang tersebut dapat ditelusuri.
  • Barang tersebut dibeli/diproduksi untuk disimpan (sebagai stok) dengan tujuan untuk dijual kembali kepada pelanggan.
  • Pencatatan barang tersebut mempengaruhi akun persediaan barang tersebut dengan tipe barang persediaan.
  • Jika barang tersebut dijual, maka Harga Pokok Penjualan dari barang tersebut dapat secara otomatis dihitung dengan metode perhitungan harga pokok yang digunakan apakah metode FIFO (First In First Out) atau Rata-rata (Average).
  1. Non Inventory Part/Non Persediaan
    Anda dapat mencatat barang yang anda miliki dengan tipe BarangNon Inventory Part/Non Persediaan jika barang yang digunakan merupakan barang yang ditujukan untuk dikonsumsi/dipakai sendiri. Barang yang dapat dikategorikan ke dalam tipe Non Inventory Part, adalah barang yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
  • Tidak mempunyai informasi persediaan karena kuantitas, biaya per satuan dan tempat barang disimpan/gudang dan riwayat barang tersebut tidak ada.
  • Barang tersebut dibeli ditujukan untuk dikonsumsi/dipakai sendiri dan bukan untuk disimpan (sebagai stok).
  • Pencatatan barang tersebut mempengaruhi akun persediaan barang tersebut dengan tipe akun beban/expense.
  • Jika barang tersebut dijual, maka Harga Pokok Penjualan dari barang tersebut tidak dapat dihitung secara otomatis.
  1. Service
    TipeService khusus digunakan untuk mencatat jenis Jasa yang dijual kepada pelanggan. Pencatatan barang tipe Service akan mempengaruhi akun penjualan barang tersebut dengan tipe akun pendapatan/revenue.

 

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi :

Saifullah

Easy Accounting Store Ambassador

Mall Ambassador lt.1 No 40.

Jln Prof Dr. Satrio KAv 8, Kuningan Jakarta Selatan.

Hunting : 021-57939608-09

Wa : 0838-9736-3040

Marketing@easyambassador.com

 

Membuat Penyesuaian Barang saat Stock Opname Gudang

Membuat Penyesuaian Barang saat Stock Opname Gudang

Biasanya setiap akhir bulan perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli barang melakukan stock opname barang, berikut cara membuat penyesuaian barang antara stock yang di program ingin disamakan dengan stock fisiknya;

Mengurangi Stock yaitu stock di program lebih besar daripada stock fisik manualnya;

  • Buka menu Jalan Pintas > Persediaan > Penyesuaian Barang atau ke Menu Persediaan > Penyesuaian Barang > Klik Baru.
  • Isi No. Penyesuaian sesuai penomoran dari Perusahaan dan tanggal penyesuaian isi dengan pertanggal penyesuaian yang diinginkan.
  • Akun Penyesuaian isi dengan akun lawan dari akun Persediaan atas barang yang akan disesuaikan, misalkan ke akun Biaya atau HPP.
  • Lalu pilih barang yang ingin disesuaikan, maka kolom Qty Saat Ini otomatis akan muncul qty per tanggal penyesuaian yang dipilih, lalu isikan Qty Baru dengan jumlah stock yang sebenarnya. Setelah itu klik tombol simpan dan keluar.

Note : Untuk yang Multi Gudang, jika yang ingin dikurangi adalah salah satu Gudang tertentu, maka semua Qty di gudang jadikan satu terlebih dahulu dengan modul pindah barang. Jika semua qty sudah menjadi satu gudang baru buat penyesuaian barang/inventory adjustmentnya sesuai petunjuk di atas. Selesai disesuaikan, buat pindah barang kembali untuk mengembalikan qty per masing2 gudang.

Menambah stock yaitu stock di program lebih kecil daripada stock fisik manualnya;

  • Buka menu Jalan Pintas > Persediaan > Penyesuaian Barang atau ke Menu Persediaan > Penyesuaian Barang > Klik Baru.
  • Isi No. Penyesuaian sesuai penomoran dari Perusahaan dan tanggal penyesuaian isi dengan pertanggal penyesuaian yang diinginkan.
  • Akun Penyesuaian isi dengan akun lawan dari akun Persediaan atas barang yang akan disesuaikan, misalkan ke akun Biaya atau HPP.
  • Centang nilai penyesuaiannya
  • Lalu pilih barang yang ingin disesuaikan, maka kolom Qty Saat Ini dan Nilai Saat Ini otomatis akan muncul qty dan nilai barang per tanggal penyesuaian yang dipilih, lalu isikan Qty Baru dengan jumlah stock yang sebenarnya. Untuk kolom Nilai Baru, isikan nilai biaya barang (HPP) dari Qty baru dikalikan biaya per barangnya. Setelah itu klik tombol simpan dan keluar.

Note : Untuk yang Multi Gudang, jika yang ingin ditambah adalah salah satu Gudang tertentu, maka semua Qty di gudang jadikan satu terlebih dahulu dengan modul pindah barang. Jika semua qty sudah menjadi satu gudang baru buat penyesuaian barang/inventory adjustmentnya sesuai petunjuk di atas. Selesai disesuaikan, buat pindah barang kembali untuk mengembalikan qty per masing2 gudang

 

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi :

Saifullah

Easy Accounting Store Ambassador

Mall Ambassador lt.1 No 40.

Jln Prof Dr. Satrio

Hunting : 021-57939608-09

Wa : 0838-9736-3040

Marketing@easyambassador.com

 

Menampilkan Nama Barang Kedua untuk Hasil Print-an

Easy Accounting System menyediakan dua kolom untuk nama Barang, terkadang ada beberapa perusahaan saat membuat Pesanan Pembelian (Purchase Order) ingin menggunakan nama barang lain, misalkan nama barangnya ingin menggunakan nama Inggrisnya karena pemasok (vendor) –nya dari Luar Negeri.

Berikut cara mensettingnya;
– Buka menu Laporan > Rancangan Formulir > pilih tipe templatenya Pesanan Pembelian lalu double klik nama rancangan yang ingin diedit.
– Klik Desain Manual lalu ke menu laporan > Variable > cari folder PO Detail double klik Item Description lalu cek dikolom ekspresinya dari <qryPODet.”ITEMOVDESC”> menjadi                           <qryPODet.”ITEMDESCRIPTION2″] setelah itu klik ceklist warna hijau (petunjuk no.3) untuk mengok-kan.


Langkah selanjutnya ganti variable yang dikolom Deskripsi Barang dari variable [Item Description] menjadi [qryPODet.”ITEMDESCRIPTION2″]. Simpan rancangan yang sudah diedit lalu ok-kan.

 

Silahkan tes priview hasil editan.

Sambungan ke server database terputus

Sambungan ke server database terputus

Bagaimana jika saat membuka database easy muncul notifikasi “Sambungan ke server database terputus. Silahkan periksa server database” . Hal tersebut bisa disebabkan oleh;

– Firebird tidak running
– Jaringan client ke server terputus

Jika notifikasi tersebut hanya muncul di salah satu komputer, tes terlebih dahulu di komputer tersebut dengan cara membuka database contoh. Jika berhasil masuk ke dalam database contoh, cek koneksi jaringan dari komputer client ke server. Cara mengeceknya dengan kita ping ke komputer Server dari komputer Client tersebut ke Start Windows > Run, ketikkan cmd lalu enter, ditampilan cPrompt ketikan ping ipaddress server -t, contohnya ping 192.168.101.11 -t lalu enter, pastikan konfirmasinya adalah Reply. Jika konfirmasi yang keluar Request Time Out silahkan cek kembali koneksi jaringan komputer client tersebut, misal mengencangkan kembali kabel LAN yang terhubung ke PC atau ke HUB ada yang longgar, bisa dicabut lalu colok kembali. Jika ping sudah Reply namun masih tidak bisa membuka database dari client, cek apakah windows firewallnya sudah off. Klik Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan di pilihan Home or work (private) network location settings dipilih yg turn off.

Jika jaringan tidak ada masalah dan windows firewall jg sudah off namun masih belum bisa membuka database, restart firebird easy di komputer server. Cek ke computer server (tempat penyimpanan database) klik Start Windows > Control Panel > Administrative Tools > Services, cari Firebird Easy lalu klik kanan pilih restart. Setelah itu buka kembali database.

Jaringan (Network Client ke Server)
Setelah memastikan Firebird Easy Running di komputer Server tapi saat membuka data masih muncul pesan “Sambungan ke server database terputus”, hal yang perlu diketahui adalah notifikasi tersebut Muncul di komputer mana? Berikutbeberapa kemungkinan dan cara pengecekannya:

  • Server bisa membuka data, namun semua Client yang akan mengakses data ke komputer Server dengan cara Remote tidak bisa.

Pastikan saat buka database secara Remote dari komputer Client untuk Nama Server atau Alamat IP sudah kita isi dengan IPAddress komputer Server yang benar, dan Auto Refresh dipilih Off. Cara memastikan IPAdress komputer server sudah benar, cek ke komputer tempat penyimpanan data (server) lakukan IPConfig dari menu Start Wndows > Run, lalu ketikkan cmd kemudian enter, ditampilan CPrompt ketikkan ipconfig lalu enter, akan diinformasikan berapa nomor IPAddress komputer server, jika Ipnya berbeda dengan yang tadi dipakai silahkan dicoba lagi buka database dengan IPAddress server yang benar. Jika IP server sering berubah kolom Remote bisa isi dengan Nama Server, cara mengetahui namanya klik kanan My Computer di komputer server lalu properties nanti akan diinfokan Computer Name. Computer Name ini yang dipakai sebagai pengganti IP Server.

Jika sudah mengettikan IPAddress dan letak database yang benar namun masih muncul notifikasi yang sama, di komputer Server kita ke Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan disana kita pilih OFF, lalu coba buka data kembali.

  • Server dan beberapa Client bisa buka, tapi hanya Client tertentu saja tidak bisa buka.

Jika hanya client tertentu saja yang tidak bisa akses database ke server dengan notifikasi “Sambungan ke server database terputus”, pastikan saat akses database untuk pengetikkan IPAddress Server dan direktori database sudah sama seperti komputer client yang lainnya. Untuk mengetahui IPAddress server dan direktori yang sudah dibuka komputer Client yang lainnya, kita bisa melihat tampilan komputer Client yang lain yang bisa akses data, dibagian paling bawah sejajar dengan user terdapat informasi IP berapa berikut direktori letak database di server.

Selain itu pastikan koneksi jaringan ke server untuk client yang tidak bisa akses, tak bermasalah, cara ceknya yaitu dengan kita ping ke komputer Server dari komputer Client tersebut ke Start Windows > Run, ketikkan cmd lalu enter, ditampilan cPrompt ketikan ping ipaddress server -t, contohnya ping 192.168.101.11 -t lalu enter, pastikan konfirmasinya adalah Reply. Jika konfirmasi yang keluar Request Time Out silahkan cek kembali koneksi jaringan komputer client tersebut , misal mengencangkan kabel LAN yang terhubung ke PC atau ke HUB ada yang longgar, bisa dicabut lalu colok kembali. Jika ping sudah Reply namun masih tidak bisa membuka database dari client, cek apakah windows firewallnya sudah off. Klik Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan di pilihan Home or work (private) network location settings dipilih yg turn off.

Jika ping sudah Reply seharusnya waktu buka data dengan IP dan alamat data di server yang benar sudah bisa buka data.

  • Server (tempat penyimpanan database) sendiri tidak bisa akses database dan semua komputer Client juga jadi tidak bisa akses.

Restart Firebird Easy, klik Start Windows > Control Panel > Administrative Tools > Services, cari Firebird Easy lalu klik kanan pilih restart. Jika masih muncul notifikasi sambungan ke server terputus. Pastikan windows firewallnya sudah off. Klik Start Windows > Control Panel > Windows Firewall, pastikan di pilihan Home or work (private) network location settings dipilih yg turn off.

 

Mall Ambassador Lt. 1 No. 40
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 8 Kuningan, Jakarta Selatan
Telp : 021-57939608/09
Hp : 0838 97363040

Email :
Marketing@easyambassador.com

 

Tipe Barang : Persediaan, Non Persediaan dan Service

Easy Accounting System menyediakan Daftar Barang/Items yang dapat digunakan untuk mencatat data persediaan berupa barang dagang dan jasa yang Anda miliki dan juga sebagai master data untuk transaksi.

Tabel Daftar Barang/Items menampilkan informasi nomor barang, nama barang, jumlah kuantitas barang, harga jual dan tipe barang.

Jenis barang yang dapat dicatat Daftar pada tabel Barang/Items dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tipe, yaitu sebagai berikut :
1. Inventory Part /Persediaan
Anda dapat mencatat barang yang anda miliki dengan tipe Inventory Part /Persediaan jika barang yang digunakan merupakan barang dagang yang ditujukan untuk dijual kembali. Barang yang dapat dikategorikan ke dalam tipe Inventory Part, adalah barang yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  • Mempunyai informasi persediaan, yaitu kuantitas, biaya per satuan dan tempat barang disimpan/gudang dan riwayat barang tersebut dapat ditelusuri.
  • Barang tersebut dibeli/diproduksi untuk disimpan (sebagai stok) dengan tujuan untuk dijual kembali kepada pelanggan.
  • Pencatatan barang tersebut mempengaruhi akun persediaan barang tersebut dengan tipe barang persediaan.
  • Jika barang tersebut dijual, maka Harga Pokok Penjualan dari barang tersebut dapat secara otomatis dihitung dengan metode perhitungan harga pokok yang digunakan apakah metode FIFO (First In First Out) atau Rata-rata (Average).

2. Non Inventory Part/Non Persediaan
Anda dapat mencatat barang yang anda miliki dengan tipe Barang Non Inventory Part/Non Persediaan jika barang yang digunakan merupakan barang yang ditujukan untuk dikonsumsi/dipakai sendiri. Barang yang dapat dikategorikan ke dalam tipe Non Inventory Part, adalah barang yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  • Tidak mempunyai informasi persediaan karena kuantitas, biaya per satuan dan tempat barang disimpan/gudang dan riwayat barang tersebut tidak ada.
  • Barang tersebut dibeli ditujukan untuk dikonsumsi/dipakai sendiri dan bukan untuk disimpan (sebagai stok).
  • Pencatatan barang tersebut mempengaruhi akun persediaan barang tersebut dengan tipe akun beban/expense.
  • Jika barang tersebut dijual, maka Harga Pokok Penjualan dari barang tersebut tidak dapat dihitung secara otomatis.

3. Service
Tipe Service khusus digunakan untuk mencatat jenis Jasa yang dijual kepada pelanggan. Pencatatan barang tipe Service akan mempengaruhi akun penjualan barang tersebut dengan tipe akun pendapatan/revenue.

Membuat Penyesuaian Barang saat Stock Opname Gudang

Biasanya setiap akhir bulan perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli barang melakukan stock opname barang, berikut cara membuat penyesuaian barang antara stock yang di program ingin disamakan dengan stock fisiknya;

Mengurangi Stock yaitu stock di program lebih besar daripada stock fisik manualnya;

  • Buka menu Jalan Pintas > Persediaan > Penyesuaian Barang atau ke Menu Persediaan > Penyesuaian Barang > Klik Baru.
  • Isi No. Penyesuaian sesuai penomoran dari Perusahaan dan tanggal penyesuaian isi dengan pertanggal penyesuaian yang diinginkan.
  • Akun Penyesuaian isi dengan akun lawan dari akun Persediaan atas barang yang akan disesuaikan, misalkan ke akun Biaya atau HPP.
  • Lalu pilih barang yang ingin disesuaikan, maka kolom Qty Saat Ini otomatis akan muncul qty per tanggal penyesuaian yang dipilih, lalu isikan Qty Baru dengan jumlah stock yang sebenarnya. Setelah itu klik tombol simpan dan keluar.

Note : Untuk yang Multi Gudang, jika yang ingin dikurangi adalah salah satu Gudang tertentu, maka semua Qty di gudang jadikan satu terlebih dahulu dengan modul pindah barang. Jika semua qty sudah menjadi satu gudang baru buat penyesuaian barang/inventory adjustmentnya sesuai petunjuk di atas. Selesai disesuaikan, buat pindah barang kembali untuk mengembalikan qty per masing2 gudang.

Menambah stock yaitu stock di program lebih kecil daripada stock fisik manualnya;

  • Buka menu Jalan Pintas > Persediaan > Penyesuaian Barang atau ke Menu Persediaan > Penyesuaian Barang > Klik Baru.
  • Isi No. Penyesuaian sesuai penomoran dari Perusahaan dan tanggal penyesuaian isi dengan pertanggal penyesuaian yang diinginkan.
  • Akun Penyesuaian isi dengan akun lawan dari akun Persediaan atas barang yang akan disesuaikan, misalkan ke akun Biaya atau HPP.
  • Centang nilai penyesuaiannya
  • Lalu pilih barang yang ingin disesuaikan, maka kolom Qty Saat Ini dan Nilai Saat Ini otomatis akan muncul qty dan nilai barang per tanggal penyesuaian yang dipilih, lalu isikan Qty Baru dengan jumlah stock yang sebenarnya. Untuk kolom Nilai Baru, isikan nilai biaya barang (HPP) dari Qty baru dikalikan biaya per barangnya. Setelah itu klik tombol simpan dan keluar.

Note : Untuk yang Multi Gudang, jika yang ingin ditambah adalah salah satu Gudang tertentu, maka semua Qty di gudang jadikan satu terlebih dahulu dengan modul pindah barang. Jika semua qty sudah menjadi satu gudang baru buat penyesuaian barang/inventory adjustmentnya sesuai petunjuk di atas. Selesai disesuaikan, buat pindah barang kembali untuk mengembalikan qty per masing2 gudang.

Membuat Judul laporan Hanya Tampil di Halaman Pertama

Di tampilan laporan yang isinya lebih dari satu halaman, tampilan defaultnya menunjukkan bahwa header seperti nama perusahaan, judul laporan, tanggal dan kolom-kolom pada laporan akan muncul lagi di setiap halaman berikutnya, seperti gambar contoh laporan berikut;


Agar tidak memakan ruang dan lebih menghemat kertas, kita bisa memodifikasi laporannya supaya header di laporan tersebut hanya muncul di halaman pertama saja. Berikut cara memodifikasinya:

  • Pada tampilan preview laporan klik Modifikasi.
  • Lalu akan muncul kotak Format Laporan, silahkan Klik tab Headers/Footers.
  • Uncheck untuk bagian Show report header on each page dan Show column header on each page.
  • Jika sudah selesai modifikasi, klik tombol OK.